Sabtu, 04 Juli 2020
Ulundoro - Aere Kabupaten Kolaka Timur
Peran Kader Pembangunan Manusia (KPM)
adalah Men-sosialisasikan kebijakan konvergensi pencegahan stunting di Desa
kepada masyarakat di Desa, termasuk memperkenalkan tikar pertumbuhan untuk
pengukuran panjang/tinggi badan baduta sebagai alat deteksi dini stunting,Mendata
sasaran rumah tangga 1.000 HPK, memantau layanan pencegahan stunting terhadap
sasaran rumah tangga 1.000 HPK untuk memastikan setiap sasaran pencegahan
stunting mendapatkan layanan yang berkualitas, memfasilitasi dan mengadvokasi
peningkatan belanja APBDes utamanya yang bersumber dari Dana Desa, untuk digunakan
membiayai kegiatan pencegahan stunting berupa layanan intervensi gizi spesifik
dan sensitif, serta memfasilitasi suami ibu hamil dan bapak dari anak usia 0-23
bulan untuk mengiku kegiatan konseling gizi serta kesehatan ibu dan anak.
Pemberian HP Andorid tersebut telah
dilakukan pada 11 Desa yang ada di kecamatan Aere atau dengan kata lain 100% KPM
di Kecamatan Aere telah bersenjatakan HP Andriod yang mumpuni, dengan harapan
bahwa KPM tidak lagi beralasan terlambat update data eHDW karena perangkat HP
android yang tidak mendukung, selain itu dengan Honorarium sejumlah Rp.500.000
untuk tahun ini diharapkan dapat semakin membantu KPM dalam menjalankan tugas -
tugasnya, "In Syaa Allah Tahun 2021 kami akan advokasi Desa agar
menyetarakan honoraruim KPM dengan Bidan desa sebesar 1 juta rupiah jika kami
lihat KPM bersungguh - sungguh dalam menjalankan tugasnya, ungkap Irwan salah
seorang Pendamping Desa (PD).
![]() |
| In Servis Training (IST) eHDW KPM Kecamatan Aere |
Meski bukan lokasi Khusus (Lokus) Pilot
eHDW namun Kecamatan Aere menunjukan kesungguhannya dalam kegiatan konvergensi
pencegahan stunting di desa, hal ini dibuktikan dengan gerakan cepat pemerintah
desa mengadakan HP Android bagi KPM, hal ini tidak lepas dari peran penting
Pendamping Desa (PD) Irwan, Darna, S.Pd, dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Juhra,
S.Pd SD, Bustam dan Darna, " kami berkomitmen data sasaran 1000 HPK sudah
tuntas di input dalam aplikasi eHDW sebelum rembuk stunting bulan Agustus 2020,
untuk sementara KPM melakukan input data di eHDWDev agar laporan konvergensi
stuntingnya dapat diberikan kepada desa melalui dashbord Kabupaten versi
eHDWDev, selanjutnya jika sudah saatnya nanti kami sudah bisa akses full ke
eHDW yang ada di playstore kami sudah tidak ragu lagu input datanya dan saya
yakin akan tidak ada lagi KPM yang salah input karena sudah mahir di eHDWDev,
namun kami berharap nantinya ada cara yang bisa dilakukan agar data - data yang
telah di input dapat terintegrasi otomatis ke eHDW riil, pungkas Juhra, S.Pd.SD
salah seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) di kecamatan Aere. (re)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar